Rabu, 27 Juni 2012

Metodologi Penelitian


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.                Tujuan Penelitian
                           Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah  untuk mengetahui dan memperoleh data secara empiris tentang  Metode diskusi yang efektif dalam upaya meningkatkan sikap nasionalisme  kelas  di SMPN 6 Kota Bogor.

B.        Tempat Dan Waktu Penelitian
            Penelitian yang akan penulis dilakukan, dilaksanakan di  SMPN 6 Kota Bogor.  Waktu Penelitian diperkirakan berlangsung selama kurang-lebih lima bulan, dimulai pada awal  Nopember   2011 dan berakhir pada awal Maret 2012, setelah pembelajaran semester ganjel selesai. secara rinci diuraikan dalam jadwal kegiatan penelitian.

No
Bulan/tanggal
Kegiatan
Hasil
1
Nopember 2011
Survey dan pengajuan proposal
Adanya subyek masalah
2
Desember, 2011
Observasi dan analisa data
Pertemuan Responden
3
Januari 2012
Bimbingan dosen pembimbing
Hasil dan Bimbingan Teknik
4
Februari 2012
Pelaporan dan finishing data
Disetujui
5
Maret 2012
Siap Sidang
Lulus

C.   Metode Penelitian
                 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah classroom action research atau penelitian tindakan kelas. Menurut Sri Rahayu Pudjiastuti menyatakan bahwa “classroom action research” atau penelitian tindakan kelas adalah cara baru bagi guru untuk secara sistematik meneliti proses belajar mengajar mereka sendiri [1]“. Pada prinsipnya penelitian tindakan kelas ini dimaksudkan untuk mengatasi suatu permasalahan dan dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan tersebut.

D.   Sumber Data
Oleh karena lingkup penelitian ini adalah penelitian kualitatif, maka teknik pengumpulan sampelnya menggunakan cara purposive, dimana peneliti memakai berbagai pertimbangan, yaitu berdasarkan konsep teori yang digunakan, serta keingintahuan dari pada penelitian tentang karakteristik pribadi dari obyek yang diteliti,  
     Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah :
1. Informan, yaitu   objek dari penelitian atau siswa yang akan diteliti, adapun jumlah objek yang akan diteliti sebanyak 20 orang yaitu kelas 7 atau obyek penelitian tersebut satu kelas yang ada permasalahan, selanjutnya informan tersebut dibagi 4 regu atau kelompok untuk membandingan penelitian tersebut satu sama lainnya.
2. Key informan yaitu  seseorang yang melakukan penelitian atau yang membantu dalam penelitian tersebut dalam hal ini yaitu guru sebanyak 4 (empat) orang guru yang membantu dalam penelitian ini, dan setiap kelompok diawasi oleh 4 orang guru agar penelitian ini dapat berhasil dengan pelaksanaan di SMPN 6  Kota Bogor.
    
E.      Tehnik Pengumpulan Data
                        Untuk mengumpulkan data yang akurat dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa teknik, yaitu untuk menunjang data tentang Metode diskusi  yang efektif digunakan perencanaan, pelaksanaan, tindakan refleksi dan hal itu dilakukan berulang-ulang sehingga mendapat nilai yang baik karena kebiasaannya.
1.            Perencanaan, yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan PTK yang diprakarsai seperti penetapan entry behavior. Pelancaran tes diagnostic untuk menspesifikasi masalah. Pembuatan scenario pembelajaran, pengadaan alat – alat dalam rangka implementasi PTK, dan lain – lain yang terkait bdengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Disamping itu juga diuraikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Disamping itu juga diuraikan alternative – alternative solusi yang akan dicobakan dalam rangka perbaikan masalah. Format kemitraan antara guru dengan dosen LPTK juga dikemukakan pada bagian ini.
2.            Implementasi Tindakan yaitu deskripsi tindakan yang akan di gelar. Scenario kerja tindakan perbaikan dan prosedur tindakan yang akan diterapkan.
3.            Observasi dan Interpretasi yaitu uraian tentang prosedur perekaman dan penafsiran data mengenai proses dan produk dari implementasi tindakan perbaikan yang dirancang.
4.            Analisis dan Refleksi yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang akan digelar, personel yang akan dilibatkan serta kriteria dan rencana bagi tindakan daur berikutnya.

F.         Tehnik Kalibrasi Keabsahan  Data
                        “Menurut Winston , studi kasus merupakan strategi penelitian yang bersifat triangulasi.”[2] Triangulasi tersebut meliputi triangulasi data, penyelidik, teori, dan metodologi. Oleh karenanya, pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara triangulasi. Pemeriksaan keabsahan data lain, seperti yang direkomendasikan oleh Moleong, dilakukan dengan cara: 1) uraian rinci, 2) kecukupan referensial dan 3) auditing[3]

G.        Langkah-langkah Penelitian
            1. Siklus I : Rencana, Pelaksanaan, Pengamatan, Refleksi
Sebelumnya penulis merencanakan hal-hal yang akan dilakukan, mendata informan yang akan mengikuti metode diskusi yang efektif dalam pembelajaran PKn hingga jumlah yang telah ditentukan, selanjutnya dilakukan diskusi dengan teman dalam pembelajaran PKn, dan kegiatan diskusi tersebut selanjutnya diamati atau diobservasi, dan dapat dilihat hal-hal yang ditemukan didalam observasi dan refleksi namun dalam siklus I tersebut materi yang dibahas adalah tentang macam-macam norma yang ada.
            2. Siklus II : Rencana, Pelaksanaan, Pengamatan, Refleksi
Dalam siklus II penulis merencanakan hal-hal yang akan dilakukan, mendata informan yang akan mengikuti metode diskusi yang efektif dalam pembelajaran PKn hingga jumlah yang telah ditentukan, selanjutnya dilakukan diskusi dengan teman dalam pembelajaran PKn, dan kegiatan diskusi tersebut selanjutnya diamati atau diobservasi, dan dapat dilihat hal-hal yang ditemukan didalam observasi dan refleksi, dan materi dalam siklus II adalah makna kemerdekaan da konstitusi.


            3. Siklus III : Rencana, Pelaksanaan, Pengamatan, Refleksi
Dalam siklus III penulis merencanakan hal-hal yang akan dilakukan, mendata informan yang akan mengikuti metode diskusi yang efektif dalam pembelajaran PKn hingga jumlah yang telah ditentukan, selanjutnya dilakukan diskusi dengan teman dalam pembelajaran PKn, dan kegiatan diskusi tersebut selanjutnya diamati atau diobservasi, dan dapat dilihat hal-hal yang ditemukan didalam observasi dan refleksi dengan materi Hak Azasi Manusia.
Bahwa Penelitian  Tindakan Kelas  dilaksanakan melalui tahapan-tahapan yang dikenal dengan istilah siklus (daur). Siklus / daur dalam PTK meliputi 4 tahap, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Perencanaan Refleksi Pelaksanaan Pengamatan
Keempat tahap tersebut merupakan suatu siklus atau daur, sehingga setiap tahap akan selalu berulang kembali. Hasil refleksi dari siklus sebelumnya yang telah dilakukan akan digunakan untuk merevisi rencana atau menyusun perencanaan berikutnya, jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil memperbaiki proses pembelajaran atau belum berhasil memecahkan masalah yang menjadi kerisauan guru. Namun, tahapan tersebut selalu didahului oleh suatu tahapan pra PTK yaitu identifikasi masalah, analisis masalah, perumusan masalah, dan perumusan hipotesis tindakan.
                        Apabila siklus I masih ditemukan permasalahan maka dilakukan siklus II dengan tatacara yang sama seperti siklus I dan apabila siklus II juga masih ada permasalahan maka dilakukan siklus III dan seteusnya.

H.        Teknik Analisa Data
Teknik analisis dan penafsiran data dalam penelitian ini mengikuti langkah-langkah yang direkomendasikan, seperti dikutip oleh Tellis  yang menyatakan bahwa analisis data dilakukan dengan penelaahan, kategorisasi, melakukan tabulasi data dan atau mengkombinasikan bukti untuk menjawab pertanyaan penelitian. Prosedur ini senada dengan prosedur yang direkomendasikan, bahwa proses analisis data dimulai dengan
1.      Menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, dalam hal ini adalah dari hasil wawancara, kuesioner, maupun analisis dokumen.
2.      Setelah ditelaah maka langkah selanjutnya adalah mengadakan apa yang dinamakan reduksi data yang dilakukan dengan jalan membuat rangkuman yang inti, proses dan pernyataan-pernyataan kunci yang perlu dijaga agar tetap berada didalamnya.
3.      Langkah berikutnya adalah menyusunnya kedalam satuan-satuan untuk kemudian dikategorisasikan.
4.      Melakukan pemeriksaan keabsahan data dengan teknik tertentu
5.      Diakhiri dengan penafsiran data.
        Cara lain dilakukan dengan teknik analisis pencocokan pola (pattern-matching), yaitu membandingkan antara pola-pola yang diperoleh secara empirik dengan pola yang diprediksikan. Terakhir adalah teknik analitis (explanation building), yaitu cara menganalisis data studi kasus dengan membangun penjelasan tentang kasus tersebut. Teknik terakhir ini sangat relevan untuk menjawab pertanyaan kausal “mengapa” dan membantu memperkokoh teknik pencocokan pola.












[1] Sri Rahayu Pudjiastuti, Metodologi Penelitian, ( Jakarta: STKIP Press:2006) h.87
[2] Tellis, Winston,; “Introduction to Case Study”, the Qualitative Report, Volume 3, Number 2, July, 2001
[3] Moleong, op.cit., h. 170 – 187.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar